Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Cerita Sex Aku Menikmati Istriku di Gauli Orang 4

 Tradingan.com - Adegan berikutnya adalah Surti yang menarik tubuh Ramon untuk menindih tubuhnya. Kembali kedua bibir mereka berpagutan. Tangan Ramon memainkan jari-jarinya pada klitoris istriku sesaat untuk kemudian merogohi lubang vaginanya.

Bokong Surti naik turun untuk menjemput jari-jari Ramon agar menusuki lebih dalam lagi.

Surti mengeluarkan jeritan kecil dan desahan,”Acchh.. Nggak tahaann.. Ayoo Mass, aku tak tahan lagii..” sambil pantatnya terus menerus naik turun.


Tahu bahwa sudah saatnya senjata utamanya dilepaskan Ramon bergerak mendaki tubuh Surti dan Surti secara refleks merentangkan paha kiri dan mengangkat paha kan ke bahunya.

Kini saatnya kusaksikan detik-detik kerinduan istriku Surti akan penis gede yang menembusi vaginanya akan kesampaian.

Tangan Ramon meraih kemaluannya yang gede panjang itu dan mengarahkan tepat pada lubang vagina Surti yang telah siap menerimanya.

Dieluskannya kepala penisnya pada celah vagina itu untuk mendapatkan cairan pelumas dari vagina istriku. Dan kemudian.. Mulai nampak ada dorongan.. Dan dorongan.. Dan sekali lagi dorongan.. Dan bleezz.. Blezz..

Istriku yang menyeringai tidak sama sekali kehilangan ke-ayu-annya. Dia sama sekali tidak menunjukkan semacam rasa was-was. Justru dia nampak sangat menantikan saat-saat ini. Penis sebesar itu mungkin akan menyobek vaginanya. Sesaat dia nampak kesakitan. Yaa.. Dia kesakitan..

Aku juga agak panik menyaksikannya..

Surti menjerit.. Mengaduuhh.. Minta ampuunn.. Amppuunn..

Tetapi dorongan Ramon tak pernah terhentikan hingga akhirnya batang gede dan keras sepanjang 20 cm itu masuk amblas kelubang vagina istriku. Bukan main.

Aku sempat menyaksikan bagaimana bibir vagina Surti melesak terbawa masuk saat penis Ramon menembus vaginanya.

Dengan tangannya Ramon merangkul paha dan bibirnya menciumi kaki istriku dan mulai memompa.

Penisnya berayun keluar dan masuk menembusi vagina, “Ohh.. Yaacchh.. Yeezz..”.

Vagina Surti mencengkeram dengan kuat setiap tusukkan dan tarikan penis Ramon, akibatnya bibir itu nampak terbawa keluar dan masuk mengikuti iramanya tarikan dan tusukkan.

Semakin banyak Ramon memompa, semakin naik gelinjang syahwat Surti. Kini nampak kepala Surti menggeleng ke kanan dan ke kiri menahan kenikmatan.

Aku sangat tahu, selama 15 tahun ini aku nggak pernah mampu memberikan kenikmatan sebesar itu.
Surti sendiri merasakan hal yang sangat dahsyat. Dinding kemaluannya menjadi demikian mengetat. Rasanya saraf-saraf erotiknya menciptakan jaring yang saling kompak untuk menjepit batangan penis Ramon. Dan hasilnya bagi Ramon maupun Surti adalah rasa sangat legit.

Dalam mengayun atau memompa Ramon memiliki “sense”yang hebat. Terkadang pelan dan pelan sekali, kemudian cepat dan cepat sekali. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Sex Aku Menikmati Istriku di Gauli Orang 3

 Tradingan.com - Kegaduhan oleh desah dan rintihan histeris berkesinambungan memenuhi kamar hotel itu. Keringatku semakin deras mengucur. Kini jilatan Ramon berubah menjadi tusukkan-tusukkan lidah yang berusaha menembusi rongga vagina Surti bak ikan moa yang mencari sarangnya. Secara reflek dan otomatis istriku meregangkan pahanya sehingga Ramon menjadi leluasa melumatkan bibir dan lidahnya untuk menembusi vaginanya. Bahkan tangan Ramon kini juga sedikit mengangkat tungkai kaki kanan Surti sampai bibirnya benar-benar mampu menyedoti seluruh bibir vaginanya. Tetapi sesaat kemudian.. Tiba-tiba Ramon menghentikan serangannya dan bangkit.


Dia bangun naik ke bantal dan merangkulkan tangan kanannya ke bahu Surti untuk kemudian kembali melumati bibir isteriku. Sementara itu tangan kiri Surti jatuh ke pinggul Ramon dekat dengan kemaluan Ramon yang sejak tadi sudah lepas dari CD-Jourdan-nya.

Dengan sedikit menggulirkan badannya tangan Surti sudah langsung menyentuh kemaluan Ramon yang gede dan panjang itu. Agak kaget Surti menyentuhnya.

Mungkin dia tidak membayangkan bahwa penis Ramon segede itu. Aku sendiri juga demikian. Hal itu tidak sesuai yang tertera di iklannya. Aku kira alat vital itu setidaknya berukuran 20 cm dengan bulatan yang 5 atau 6 cm. Aku deg-deg-an melihat adegan itu. Apa yang akan terjadi nanti. Sementara Ramon sendiri rupanya sudah juga sangat terhanyut. Sudahlah.. ‘que sera-sera’.. Terjadilah apa yang akan terjadi..

Ternyata Surti menjadi sangat bergairah. Dengan tetap melayani pagutan bibir Ramon pada bibirnya dia raih kemaluan Ramon itu. Jari-jari lentiknya mengurut-urutnya.

Sungguh suatu pemandangan yang sangat erotis dan penuh sensasi. Kelembutan jari-jari putri ningrat itu mengelusi batang kemaluan kasar penuh otot milik si Ramon.

Surti napak demikian merasakan bagaimana batang itu dalam genggamannya. Dia rasakan gede panjangnya. Dia rasakan kerasnya. Dia rasa-rasakan denyut-denyutnya.

Aku pastikan Surti sedang berusaha melupakan bayangan pada suaminya, aku, yang tak mungkin memberikan pesona erotik yang saat ini sedang dalam rengkuhannya.

Surtii.., aku relaa.. Koq, begitu tangis hatiku yang juga sensasi birahi yang melanda aku. Ya.. Suatu paradoks sedang melanda diri dan kepribadianku.

Tangan Surti terus mengurut-urut penis itu dengan gemas sementara bibir dan lidahnya terus merespon aktif lumatan bibir Ramon.

Kali ini Ramon menunjukkan kehendaknya. Ditariknya tubuh Surti hingga menindih tubuhnya. Dia sorong kebawah kepala dan bibir Surti agar menciumi lehernya, agar juga merambati dadanya. Dia remasi rambut Surti untuk membangkitan gairahnya. Dia ganti yang mengerang untuk memacu libido istriku. Ramon ingin istriku melakukan sebagaimana dia telah lakukan padanya pula. Dia ingin Surti menciumi seluruh tubuhnya. Dan Surti, istriku ini.., dia melakukan hal yang tak pernah dia lakukan kepadaku.

Dia seakan berubah jadi cheetah Afrika yang lapar. Mungkin dia benar-benar telah mabuk tenggelam dalam birahinya, dengan ganasnya dia gigit dan lumati dada Ramon hingga kuyup dengan air ludahnya. Bulu-bulu halus di dada itu membuat Surti bak ular kobra yang meliuk-liuk melata di bukit savanna yang penuh rerumputan itu. Ohh.. Surtii.., istrikuu.. Oouuhh.. Ternyata kk.. Kamu.. Bb.. Bisaa.. Y.. Yyaa..

Orgasme pertama..
Ciumannya merangsek liar ke perut. Puser Ramon dijilati dan di kecupinya. Rambatan bibirnya terus menelusur ke bawah hingga daerah kemaluannya. Nampak penis Ramon mencuat tegak kaku mengganjal hingga ke bahunya. Tangan Surti menyibak rambut-rambutnya itu kemudian menenggelamkan wajah cantiknya ke belantara jembut di selangkangan Ramon. Terdengar kecipak bibir lembutnya pada setiap melepaskan kecupan-kecupannya. Wajib baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Dewasa Aku Menikmati Istriku di Gauli Orang 2

 Piool.com - Selama makan malam, beberapa kali aku meninggalkannya dengan alasan ke toilet atau apa. Aku ingin memberikan kesempatan menjalin keakraban di antara mereka. Nampaknya mereka tahu dan memahami tingkahku. Mereka gunakan se-efektif mungkin untuk saling lebih dekat.

Jam 20.30 wib, saat yang pas untuk menyelesaikan acara makan malam ini. Pada Ramon aku berikan kunci kamar 534. Aku ceritakan mengenai “connecting door”-nya itu. Dia langsung beranjak menuju ke kamarnya. Aku jalan sama istriku ke kamar 535.


Rupanya istriku ingin mendapatkan kepastian dariku. Di dalam lift, kebetulan nggak ada orang lain, dia melakukan cek & recek, bahwa aku benar-benar mendukung ide ini. Apa lagi dia tetap memberikan kesempatan padaku untuk mengawasi apapun yang nanti berlangsung. Untuk itulah perlunya ada 2 kamar.

Dia bilang akan kagok apabila aku langsung berada sekamar saat dia bersama Ramon tidur bersama. Tetapi dari kamar lain “silahkan buka sedikit”, agar aku bisa mengawasinya selama Ramon berada sekamar dengannya. Walaupun dia sampaikan tidak beruntun, karena birahinya sudah mulai mengganggu konsentrasinya, dia sampaikan idea dan pemikiran logis yang telah dia pertimbangkan itu.

Saat kami memasuki kamar, aku langsung membuka “connecting door”-nya, dan kami ber-tiga kembali berkumpul. Kami cairkan suasana lebih dahulu. Kami ngobrol dulu sesaat. Ahh.. Yang rupanya Ramon sangat profesional dan menguasai medannya, dia mulai memanaskan suasana. Tanpa canggung, dia mendekat dan duduk nempel istriku di pinggiran tempat tidur.

Dia raih tangan istriku dan mengelusinya, sambil cerita bab lain, misalnya masalah Pemilu tahun 2004 dan Siapa Presiden yang tepat untuk Indonesia ini? Sehingga kami semua jadi terpancing memberikan respon. Dan istriku mendapatkan jalannya untuk bersikap lebih wajar, tanpa perlu serta merta menarik tangannya, karena kagok atau malu padaku. Dan aku sendiri berlagak acuh, walaupun adikku di belakang celanaku ini mulai memberontak dan mendesak-desak.

Tahu kalau istriku membiarkan tangannya membelai, Ramon bergerak maju lagi. Dia mempepetkan lagi duduknya, meraih pinggang dan menempelkan hidungnya ke pundak Surti. Dari rona wajahnya yang me-merah aku rasa Surti mulai menggelinjang. Ini adalah lelaki pertama yang bukan suaminya yang telah menyentuhinya. Apalagi Ramon ini sangat tampan. Belum lagi informasinya tentang ukuran alat vitalnya yang selama ini selalu terungkap penuh rindu dalam desahan-desahan birahinya.

Terus terang aku hampir tak mampu menahan rasa cemburu yang luar biasa yang sebelumnya aku pikir akan mudah kuatasi. Tetapi saat melihat langsung di depanku bagaimana lelaki itu memeluki Surti dan sebaliknya istriku ini nampak memberikan respon aktif, hatiku panas serasa terpanggang di atas bara. Jantungku berdegup kencang. Bukannya aku menyalahkan mereka semata, tetapi lebih kepada sikap pecundangku. Lelaki macam apa aku ini?!

Anehnya, di sisi lain aku menikmati rasa cemburu sebagai perangsang sensasi syahwatku. Penisku ngaceng menerima siksaan cemburu luar biasa yang menyala-nyala dan membakar diriku.

Kulihat rona wajah istriku semakin me-merah. Dia memandangku sejenak. Seakan memerlukan kepastian dariku. Aku acungkan jempolku yang gemetar menahan cemburuku sebagai kode dukunganku pada mereka. Kemudian dia mulai dengan tanpa canggung untuk menaruk pundaknya di dada Ramon. Wajib baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Dewasa Aku Menikmati Istriku di Gauli Orang 1

 Tradingan.com - Sesudah kami menikah lebih dari 19 tahun, aku merasakan adanya kurang puas istriku dalam hal hubungan seks kami selama ini. Beberapa bulan terakhir ini apabila kami berhubungan, khususnya saat-saat istriku gairahnya naik dan kemungkinan sedang menjelang orgasmenya dia selalu mengerang dan mendesahkan kata-kata,

“Gede-in dong, Mas, ayoo, gede-in lagi, Mas.. Ayyoo. Mas aku pengin lebih gede lagii..”

Dan aku mesti tanggap akan desahan macam itu. Hal itu terutama karena aku maupun istriku meyakini bahwa desahannya itu tak mungkin aku penuhi. Penisku yang, yahh.., sedang-sedang saja mungkin jauh dengan khayalan kami, aku dan istri, yang selama ini juga termasuk senang nonton BF baik VCD maupun via internet.


Kita semua tahu tontonan fantasi itu banyak memicu libido kami yang memang sering kami perlukan untuk mencari variasi dalam hubungan seks kami. Dan di sana kita menyaksikan betapa para cantik dan tampan plus perlengkapan mereka yang nempel sebagai bagian tubuhnya seperti penis, buah dada dan pantat maupun yang palsu seperti “dildo” dan sebagainya ukurannya sungguhlah ideal fantastis.

Dan itu akhirnya yang menjadi obsesi kami, termasuk yang akhirnya tersalur dalam desahan istriku tadi. Suatu malam ketika kami dalam keadaan asyik masyuk, pada saat-saat menghadapi puncak-puncak gairah birahi, kudengar kembali desahan itu,

“Mas, gede-in dongg.., ayyoo, mass.. Gedeinn.., aku pengin yang gedeeii.. Mass..”.

Ah, Surti.., benarkah ucapanmu itu..?? Benarkah ke-inginan kamu itu..?? Aku setengah bertanya dalam bisu. Aku tidak berani bertanya secara langsung.

Aku belum tahu akan risikonya apabila dia benar-benar menginginkan hal itu. Aku juga takut kalau dia benar-benar menginginkan dan aku tidak mempedulikan. Aku merinding dan gemetar kalau membayangkan dia sendiri yang mencari jalan diluar pengetahuan saya. Aku sangat takut dia melakukan selingkuh. Aku sangat mencintainya. Aku percaya, kalau dia mau, dengan gampang mendapatkan lelaki macam manapun yang dia inginkan. Kecantikan dan sensualnya akan dengan cepat membuat setiap lelaki siap memuaskan syahwatnya.

Aku sangat menderita apabila memikirkan semuanya itu. Aku demikian gelisah dan gundah hingga sering terbawa dalam mimpi-mimpiku. Hanya pada mimpiku terakhir beberapa malam yang lalu dari tidurku yang sama sekali sulit untuk nyaman, aku mendapatkan perasaan yang aneh.

Sepertinya aku sedang menyaksikan istriku digauli dan berhubungan seks dengan seorang pria yang sangat tampan. Yang aneh adalah aku merasakan birahi saat menonton Surti yang berteriak histeris dilanda nikmat syahwatnya. Sayang aku terbangun sebelum mimpiku selesai. Penisku ngaceng dan birahiku yang masih menyala-nyala mendesak-desak untuk diselesaikan. Pagi itu aku melakukan onani tangan dengan mengingat-ingat bagaimana istriku dengan penuh nafsu secara aktif meladeni segala kemauan pasangannya sebagaimana yang kusaksikan dalam mimpiku. Aku merasakan kepuasan yang amat sangat saat spermaku muncrat-muncrat.. Wajib baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Sex Tak Sadar Penis Ku Masuk Anal Cheerleader Baru

 Iklans.com - Namaku Deny, aku seorang siswa SMU di salah satu besar yang cukup terkenal. Aku memang tidak memiliki tampang yang cukup tampan atau badan yang atletis. Tetapi aku cukup lumayan untuk seorang cowok tidak terlalu jelek dan termasuk biasa-biasa saja dalam hal penampilan. Tetapi yang sangat menarik dari diriku adalah kekayaan yang orangtuaku miliki. Setiap hari aku selalu berpergian dengan mengendarai Honda Estillo yang sangat gaul karena modifikasi yang aku lakukan, aku juga selalu mambawa HP Nokia 8250. Belum lagi sifatku yang royal terhadap setiap cewek cantik dan sexy, semakin membuatku dikejar cewek terutama para cewek matre.


Di sekolahku terdapat berbagai macam ekstra kurikuler yang menarik, tetapi yang paling menarik untuk para cewek centil di sekolahku adalah ekstra kurikuler cheerleader, karena untuk masuk dalam ekstra kurikuler tersebut diharuskan melewati seleksi yang cukup ketat. Selain itu cewek yang dapat masuk ke dalam ekstra kurikuler tersebut adalah cewek-cewek yang memiliki tubuh seksi, tampang yang cantik dan keberanian dalam memakai baju minim di depan umum, karena para anggotanya selalu mengenakan baju yang sangat seksi ketika mengadakan pentas. Biasanya mereka hanya mengenakan tank-top atau kembel yang dipadukan dengan rok yang sangat mini atau dengan celana ketat yang super pendek. Secara tidak langsung hal ini membuat para cewek yang dapat masuk memiliki kebanggaan tersendiri karena berarti mereka telah dianggap sebagai cewek yang cantik dan seksi.

Para anggota dari cheerleader biasanya selalu cewek yang sangat centil dan matre. Karena itu sangatlah mudah bagiku untuk mengajak mereka jalan dan “bermain” dengan mereka atau hanya sekedar memegang-megang mereka. Memang predikat “perek” cukup melekat dalam setiap anggota cheerleader, walaupun tidak semua cewek tersebut gampangan, dan ada juga yang memang hanya cewek baik-baik dan mengikutinya karena menyukai tari modern, walaupun jumlahnya paling hanya 2 orang.

Seperti biasanya pada tahun ini cukup banyak cewek kelas 1 yang mau mencoba mengikuti ekstra kurikuler ini. Dan memang pada tahun ini cewek yang mengikutinya terlihat seksi-seksi dan tampang yang cantik. Seluruh anggota baru ini memiliki payudara dan pantat yang besar. Belum lagi mereka memang selalu ke sekolah dengan mengenakan baju ketat dan tipis dan mengenakan BH yang selalu berwarna mencolok seperti hitam, hijau, biru, kuning atau warna mencolok lainya yang membuat payudara mereka terlihat dengan jelasnya oleg setiap mata. Mereka juga selalu mengenakan rok yang pendeknya sekitar satu telapak tangan di atas lutut dan sangat ketat sehingga menunjukkan pantat mereka yang besar.

Melihat para perawan baru yang tersedia aku menjadi ingin mencoba kenikmatan tubuh mereka. Ada 8 anggota baru yang masuk dari kelas 1 angkatan ini. Tapi yang paling menarik perhatianku adalah Melati dan Mawar (sebut saja begitu). Karena mereka memiliki payudara yang besar dan pantat yang besar pula, belum lagi wajahnya yang cukup manis. Melati adalah seorang cewek keturunan Arab dengan ukuran payudara 34B dan pantat yang padat. Cewek ini adalah cewek yang paling merangsang di antara para anggota baik yang baru maupun yang lama. Mawar adalah saorang cewek dengan payudara yang tidak terlalu besar dan itu pula dengan pantatnya bila dibanding Melati. Ukuran payudaranya hanya 32B, tetapi bodinya seksi dan yang paling menarik adalah wajahnya yang manis dan cantik. Ia adalah cewek keturuna Jawa.

Aku sangat berhasrat untuk menikmati tubuh keduanya, tetapi aku belum akrab dengan mereka. Sehingga aku meminta bantuan salah satu anggota cheerleader di angkatanku yang bernama Rani yang sebelumnya sudah sering aku nikmati tubuhnya, bahkan aku secara teratur berhubungan dengannya karena memang kami berdua memilki nafsu yang sangat besar walaupun diluar itu kami juga sering melakukanya dengan pacar kami masing-masing. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Seks Diajari Remas Payudara dan Anal Oleh Fiona Guru Lesku

 Tradingan.com - Kisah ini terjadi pada waktu aku duduk dipertengahan kelas 3 SMA dulu. Waktu itu nilai-nilai pelajaranku terutama matematika, fisika dan kimia bisa dibilang hancur lebur. Aku kadang-kadang menyesal juga dulu mamilih kelas IPA, kenapa waktu itu tidak memilih IPS saja supaya tidak ketemu 3 pelajaran keramat itu, tapi ya nasi sudah jadi bubur, ya mau apa lagi. Demi memperbaiki nilai-nilaiku, aku terpaksa mengiluti les bersama 2 temanku, Hans dan Vernand. Yang memberi les seorang mahasiswi tingkat akhir, umurnya kira-kira 22 tahun waktu itu. Aku mengenalnya melalui perantaraan ciciku. Namanya Fiona, penampilannya perfect sekali, kulit putih, body langsing dengan buah dada yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, pas lah untuk ukuran orang Asia, rambutnya panjang sedada, biasanya dikucir, wajahnya juga cantik, tidak lebar tidak juga panjang, sekilas mirip artis Moon Lee dari Hongkong, dia juga memakai kacamata minus, yang membuatnya terlihat seperti orang pintar, tapi itu tidak mengurangi kecantikannya.


Hari itu aku pergi les ke rumahnya bersama dengan Hans, waktu itu Vernand tidak bisa datang karena sakit. Sesampainya di sana, kami memencet bel berulang kali tapi tidak ada yang membukakan pintu, sialnya lagi waktu itu hujan sudah mulai turun deras sedangkan kami tidak membawa jas hujan, terpaksa kami mampir dulu ke restoran kecil tepat di seberang rumahnya, minum kopi dulu sambil menunggu hujan reda.

Kira-kira 15 menit kemudian aku melihat Ci Fiona turun dari taksi dan langsung berlari ke rumahnya karena tidak membawa payung. Aku langsung memberitahu Hans, setelah kami membayar, lalu kami membawa motor masing-masing ke depan pagar rumah Ci Fiona, sebelum dia masuk rumahnya kami sudah sampai di depan pagar sehingga kami tidak bertambah basah karena dia sudah melihat kehadiran kami.

Di dalam rumah kami membuka jaket kami yang basah. Ci Fiona memberikan handuk pada kami untuk mengeringkan diri dan memberikan kami minum teh panas. Dia sendiri sempat kebasahan sehingga pakaiannya mengerut dan makin memperlihatkan lekuk tubuhnya.

“Aduh sori banget yah, hari ini Cici ada kuliah tambahan lupa beritahu kalian jadi bikin kalian basah gini”, katanya.
“Tidak apa-apa kok Ci kita maklum, tapi kok kenapa di rumah sekarang sepi amat nih, yang lain pada ke mana nih?”, tanya Hans.
“Papa dan Mama lagi ke Surabaya ngikutin undangan pernikahan saudara nih, terus pembantu cici udah pulang, kan udah deket lebaran”.
“Wah jadi repot dong Ci di rumah sendirian”, kataku padanya.
“Yah begitulah, tapi besok ortu pulang kok”, katanya.
“Eh, sebelum les Cici mau mandi dulu sebentar ya, basah nih nanti flunya kambuh lagi, kalian tunggu saja dulu di sini oke..”.
Mendengar itu pikiranku mulai ngeres membayangkan di saat dingin begini bisa mandi bersama cewek secantik Ci Fiona. Ooh enaknya, dingin-dingin empuk deh rasanya.

Dari kamar mandi mulai terdengar suara percikan air, ingin rasanya aku mengintipnya tapi sayang lubang kuncinya sempit sekali. Kami mulai melihat-lihat isi ruang tamunya, melihat foto-fotonya waktu kecil, foto pernikahan kakaknya, dan foto-foto keluarga yang terpajang di sana.

Tiba-tiba dari kamar mandi terdengar jeritan disusul Ci Fiona keluar dari kamar mandi hanya dengan ditutupi handuk yang dilipat dan secara refleks memeluk Hans yang saat itu dekat kamar mandi. “Ada kecoa besar sekali di sana!”, katanya. Aku masuk ke kamar mandi dan melihat ada seekor kecoa yang cukup besar yang bisa membuat wanita terkejut, segera kutepuk binatang itu dengan sandal dan kubuang bangkainya ke tong sampah. Waktu aku keluar kamar mandi kulihat Ci Fiona masih dipelukan Hans dengan hanya selembar handuk saja, dalam hati aku merasa sirik. “Huh kenapa gua dari tadi bukan berdiri di situ, sialan”, gerutuku dalam hati. Ci Fiona terlihat seksi sekali saat itu, rambutnya yang basah tergerai dan pahanya yang putih panjang itu kulihat dengan jelas sekali membuat penisku bangkit saat itu, ingin rasanya menarik handuk itu. Wajib baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Anus Ku Di Tusuk Akibat Manja

 Aopok.com - Aku memang terlahir dari keluarga yang cukup berada. Aku anak lelaki satu-satuya. Dan juga anak bungsu. Dua kakakku perempuan semuanya. Dan jarak usia antara kami cukup jauh juga. Antara lima dan enam tahun. Karena anak bungsu dan juga satu-satunya lelaki, jelas sekali kalau aku sangat dimanja. Apa saja yang aku inginkan, pasti dikabulkan. Seluruh kasih sayang tertumpah padaku.

Sejak kecil aku selalu dimanja, sehingga sampai besarpun aku terkadang masih suka minta dikeloni. Aku suka kalau tidur sambil memeluk Ibu, Mbak Lisa atau Mbak Indri. Tapi aku tidak suka kalau dikeloni Ayah. Entah kenapa, mungkin tubuh Ayah besar dan tangannya ditumbuhi rambut-rambut halus yang cukup lebat. Padahal Ayah paling sayang padaku. Karena apapun yang aku ingin minta, selalu saja diberikan. Aku memang tumbuh menjadi anak yang manja. Dan sikapku juga terus seperti anak balita, walau usiaku sudah cukup dewasa.


Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indri menikah. Aku tidak rela Mbak Indri jadi milik orang lain. Aku benci dengan suaminya. Aku benci dengan semua orang yang bahagia melihat Mbak Indri diambil orang lain. Setengah mati Ayah dan Ibu membujuk serta menghiburku. Bahkan Mbak Indri menjanjikan macam-macam agar aku tidak terus menangis. Memang tingkahku tidak ubahnya seorang anak balita.

Tangisanku baru berhenti setelah Ayah berjanji akan membelikanku motor. Padahal aku sudab punya mobil. Tapi memang sudah lama aku ingin dibelikan motor. Hanya saja Ayah belum bisa membelikannya. Kalau mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. Bahkan aku sampai tertawa sendiri. Habis lucu sih.., Soalnya waktu Mbak Indri menikah, umurku sudab dua puluh satu tahun.

Hampir lupa, Saat ini aku masih kuliah. Dan kebetulan sekali aku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yang cukup keren. Di kampus, sebenarnya ada seorang gadis yang perhatiannya padaku begitu besar sekali. Tapi aku sama sekali tidak tertarik padanya. Dan aku selalu menganggapnya sebagai teman biasa saja. Padahal banyak teman-temanku, terutama yang cowok bilang kalau gadis itu menaruh hati padaku.

Sebut saja namanya Linda. Punya wajab cantik, kulit yang putih seperti kapas, tubuh yang ramping dan padat berisi serta dada yang membusung dengan ukuran cukup besar. Sebenarnya banyak cowok yang menaruh hati dan mengharapkan cintanya. Tapi Linda malah menaruh hati padaku. Sedangkan aku sendiri sama sekali tidak peduli, tetap menganggapnya hanya teman biasa saja. Tapi Linda tampaknya juga tidak peduli. Perhatiannya padaku malah semakin bertambah besar saja. Bahkan dia sering main ke rumahku, Ayah dan Ibu juga senang dan berharap Linda bisa jadi kekasihku.

Begitu juga dengan Mbak Lisa, sangat cocok sekali dengan Linda Tapi aku tetap tidak tertarik padanya. Apalagi sampai jatuh cinta. Anehnya, hampir semua teman mengatakan kalau aku sudah pacaran dengan Linda, Padahal aku merasa tidak pernah pacaran dengannya. Hubunganku dengan Linda memang akrab sekali, walaupun tidak bisa dikatakan berpacaran.

Seperti biasanya, setiap hari Sabtu sore aku selalu mengajak Bobby, anjing pudel kesayanganku jalan-jalan mengelilingi Monas. Perlu diketahui, aku memperoleh anjing itu dan Mas Herman, suaminya Mbak Indri. Karena pemberiannya itu aku jadi menyukai Mas Herman. Padahal tadinya aku benci sekali, karena menganggap Mas Herman telah merebut Mbak Indri dan sisiku. Aku memang mudah sekali disogok. Apalagi oleh sesuatu yang aku sukai. Karena sikap dan tingkah laku sehari-hariku masih, dan aku belum bisa bersikap atau berpikir secara dewasa. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Bebas Ngentot Anus dan Vagina Lendir

 Topoin.com - Lega rasanya dapat menikmati kebebasan kembali setelah 6 bulan mendekam di LP Cipinang. Aku dapat melihat kembali hiruk-pikuknya manusia dengan segala urusannya, Wanita-wanita cantik berseliweran di jalan, sungguh indah arti sebuah KEBEBASAN. Selama ini aku sama sekali tidak berfikir bahwa selama ini kita hidup dalam kebebasan yang sangat berharga. Kita dapat bangun tidur seenaknya, jalan-jalan ke mal, pokoknya benar-benar bebas sesuai keinginan kita.

Sekedar informasi saja dan untuk jadi bahan renungan, Di dalam tahanan sungguh kehidupan yang sangat membosankan. Kiri kanan tembok tinggi, komunikasi terhenti, waktu berjalan detik ke detik terasa menjenuhkan. Tinggal dalam jeruji besi seperti binatang peliharaan! Beruntung aku ditahan di “Lingkungan” bukan di Blok atau sel tikus yang mengenaskan. Namun demikian hidup di tahanan penuh ancaman dan keributan.


Sangat tidak nyaman. Belum lagi kerjaan atau kuliah kita pasti terhenti dan kacau, juga tidak ada satupun cewek yang dapat kita lihat apalagi kita sentuh. pokoknya TIDAK ENAK!! Padahal aku masuk hanya gara-gara kasus sepele: Aku beli ganja. Belum lagi selnya yang kumuh penuh dengan penjahat dan sama sekali tidak bisa menikmati sinar matahari. Sungguh membuat kita sangat menderita. Kalau aku deskripsikan kehidupan di sana mulai dari polsek, jaksa, sidang, vonis, sampai di LP Cipinang, mungkin tidak cukup sehari bacanya. Yang jelas aku hanya mengingatkan kepada seluruh pembaca jangan sampai menyentuh NARKOBA. Hargailah kebebasan yang kita miliki sekarang, sebab di dalam tahanan sana ribuan orang sangat merindukan kebebasan, sampai-sampai pada waktu sidang dengan diangkut mobil berjeruji besipun seluruh tahanan berlomba-lomba melongokan kepalanya hanya untuk melihat jalan raya!

Akupun begitu. Aku merasakan bagai seekor katak yang keluar dari tempurung. Aku benar-benar menikmati kebebasan yang aku miliki sekarang, dan target pertama adalah melepaskan hasrat seksual yang sekian lama terpendam. Aku bolak-balik agenda dan cari teman di memori HPku. Aku ingat-ingat dari sekian wanita, mana yang paling berkesan? Pikiranku menerawang menembus memori dalam otakku hingga akhirnya “Via” jadi pilihanku, teman chatting yang berwajah manis, tinggi, putih, 36B, dengan goyang yang aduhai.

Berfikir ke sana tanpa sadar senjataku langsung berdiri. Aku langsung kontak HPnya, tapi yang mengangkat suara pria. Aku tidak nyahut dan langsung mematikan Hpku. “Wah, kacau nih kalau gini!” Mengingat hasratku sudah benar-benar tidak bisa tertahan lagi, aku hubungi hampir semua wanita yang pernah kencan dengan aku, dan beruntung aku bisa mengajak Linda bekas bawahanku yang sekarang sudah bekerja di tempat lain. Tidak terlalu bagus bodinya, tapi cukuplah untuk menumpahkan hasrat. Aku rayu dia untuk bolos sehari dan ternyata dia mau. Tenang sudah pikiranku.

Tepat jam 10.00 pagi kami sudah berada di Hotel dan tanpa basa-basi lagi, aku langsung menyerangnya. Pakaian kami berdua sudah berhamburan di lantai. Aku bagai musafir bertemu air. Aku elus dan jilat semua jengkal tubuhnya, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Puting buah dadanya makin mencuat pertanda Linda sudah diserang birahi tinggi. Aku terus mencumbu Buah dadanya. Kadang aku selingi dengan gigitan-gigitan lembut. Linda semakin meracau tidak karuan, apalagi saat bibirku mengemut klitorisnya dan lidahku menerobos kewanitaannya. Ekspresi linda semakin kacau.

Tangannya menggapai-gapai mencari pegangan atas aliran kenikmatan yang aku berikan. Rambutku diacak-acak dan kadang dijenggut, sampai Linda tak tahan dan akhirnya berbalik menyerangku. Tubuhku didorongnya dan aku terlentang dikasur. Senjataku yang sedari tadi sudah menegang tepat berada di mukanya. Tapi ternyata Linda malah menghindar. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Ngentot Anus dan Vagina Novi Bersuami

 Aopok.com - Hari libur aku bingung mau kemana. Akhirnya kuputuskan mengikuti saja kemana kaki ini melangkah. Akhirnya menjelang siang aku terdampar di Pasar Minggu. Namanya juga tanpa tujuan, hanya mengikuti kemana kaki melangkah, aku juga tidak tahu mengapa aku sampai ke sini.

Tiba-tiba saja perutku berteriak minta diisi. Kuputuskan untuk ke rumah makan terdekat. Kulihat ada Es Teler 77. Aku masuk, pesan makan dan cari tempat duduk. Setelah celingukan ke sana kemari ternyata hanya tinggal satu tempat duduk saja yang kosong.

Akupun menuju ke sana. Kulihat di depanku ada seorang Ibu, tiga puluh lima tahunan kukira, sedang asyik menikmati makanannya.


“Permisi Bu, boleh saya duduk di sini?” tanyaku. Basa-basi yang tidak perlu sebenarnya. Toh aku makan di sini juga bayar. Tapi memang basa-basi kadang perlu dan juga menguntungkan.
“Silakan. Silakan saja, tempat itu kosong kok,” katanya ramah.
“Mari Bu, saya makan,” kataku lagi.

Ibu tadi tidak menjawab, hanya dengan isyarat mempersilakan aku untuk makan.

Aku makan dengan cepat dan segera semangkuk bakso telah habis tidak bersisa. Mangkuknya pun mungkin sudah tidak perlu dicuci lagi karena benar-benar tidak ada sisa sedikitpun. Ibu di depanku tadi memperhatikanku makan. Mungkin dia heran, ini orang kelaparan dari negeri mana tersesat sampai Pasar Minggu. Es kelapa yang menemani bakso pun mulai kuminum.

Kulihat wanita itu mengeluarkan sebungkus rokok putih dan mengeluarkan sebatang.

“Merokok?” katanya menawariku.
“Terima kasih, saya tidak merokok,” kataku.

Aku memang bukan perokok, paling kalau lagi kepingin sekali mau merokok minta saja sama teman. Aku sedapat mungkin tidak usah membeli rokok. Bukan masalah uangnya. Aku takut sekali aku membeli rokok, maka berikutnya aku jadi terbiasa membeli rokok, kecanduan dan tidak bisa meninggalkan rokok. Kalau minta teman paling hanya sebatang saja, lebih dari itu malu dong.

Nikmat sekali kelihatannya wanita itu merokoknya. Dari caranya menghisap asap rokok kelihatannya dia memang seorang perokok berat. Kuamati bentuk tubuh dan wajahnya sekilas mirip dengan artis Misye Arsita, hanya saja ia sedikit lebih tinggi dan gemuk. Oke juga.

“Dari mana dan mau ke mana Bu?” tanyaku iseng.
“Jalan-jalan aja. Sebentar mau ke Blok M,” jawabnya ramah. “Kalau anda ini mau ke mana?” ia balas bertanya.
“Sama. Cuma jalan-jalan. Hari libur pas lagi nggak punya acara,” jawabku.

Akhirnya dari sekedar basa-basi kamipun ngobrol lebih jauh. Namanya Novi, tinggal di Depok. Suaminya PNS, menjabat sebagai salah satu Kepala Seksi di sebuah kantor pelayanan pajak di Jakarta.

“Kalau boleh tahu ada acara apa ke Blok M?” tanyaku.
“Jam dua nanti ada acara demo tata rias wajah dari sebuah perusahaan kosmetik”.
“Ehmm, boleh saya temani ke Blok M. Saya juga lagi nggak ada kegiatan”.
“Boleh aja. Asal nggak ngeganggu acaramu”.
“Mau berangkat sekarang? Agak terlalu cepat, tapi lebih baik nunggu di sana sambil cuci mata di Blok M Plaza”.
“Boleh, ayo kita berangkat”.

Kami menyetop taksi dan segera naik.

“Blok M, Bang,” kataku kepada sopir taksi.
“Baik Pak,” katanya sambil menghidupkan argo.

Di perjalanan aku sengaja duduk agak merapat ke Novi sambil mengobrol. Dengan gerakan yang halus kuposisikan sikuku mendekat ke dadanya. Ketika taksi direm dengan mendadak maka dadanya menekan tanganku. Ia diam saja. Tes pertama lolos. Dengan lebih berani kudorong sikuku sampai menyentuh dadanya dan kutekan pelan. Ia masih diam saja. Kupegang tangannya yang ada di pahanya, kubalik telapak tangannya dan kumainkan jarinya. Ia tersenyum. Sebuah permulaan yang baik, pikirku. Akhirnya di sepanjang perjalanan tanganku terus menyikut dadanya, jariku meremas jarinya dan mempermainkan telapak tangannya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Ngewe Anal dan Memek Emma Sudah Menikah

 Aopok.com - Sore itu sepulang kerja aku berjalan dari Harmoni ke arah Kota melalui sisi jalan Hayam Wuruk. Siapa tahu ada petualangan baru yang akan kualami. Biasanya di sepanjang jalan Hayam Wuruk banyak wanita-wanita yang pulang kantor sedang menunggu kendaraan atau untuk dikendarai juga, kata orang. Kadang-kadang juga ketemu dengan wanita yang berdandan rapi memakai blazer, namun setelah bicara panjang lebar ia hanyalah seorang wanita yang sedang menunggu mangsa.

Sesampainya di sebuah pintu hotel kecil ada seorang wanita yang sedang berdiri di sana. Aku berpikir mungkin ia nunggu teman untuk check in atau malahan sudah check out. Aku berhenti di dekatnya seolah-olah sedang menunggu bis kota.


Ia terkejut dan terdiam sesaat ketika kusapa, “Mau ke mana Bu?”
“Ahh.. Eee dari ketemu teman tadi”.

Kuperhatikan dia. Kutaksir umurnya tiga puluh limaan. Badannya mungkin sedikit overweight, namun kencang. Sementara dadanya yang 36 terlihat membusung ke depan. Rambutnya dijepit di bagian tengkuknya memperlihatkan sebuah leher yang mulus, meskipun tidak terlalu panjang.

Ketika kutatap, ia membalas tatapanku sebentar kemudian berpaling.

“Maaf, kukira Ibu baru keluar dari hotel ini,” kataku kemudian.

“Nggak, tadi habis senam di Sawah Besar dan sekarang mau pulang ke Bogor”.

Jauh amat senamnya, pikirku. Masakan di Bogor nggak ada sih tempat senam? Kelihatannya ia tidak marah dengan ucapanku tadi. Malahan ia sempat membalas ucapanku tadi.

“Mas mau masuk?” tanyanya.
“Ah, nggak saya juga cuma jalan-jalan menuruti kaki melangkah sambil menunggu jalanan sedikit lancar,” kataku.

Setelah ngobrol maka dapat kusimpulkan dia seorang tante-tante bispak, kucoba mengajaknya untuk check in.

“Masuk yuk, kita istirahat!” ajakku yakin.
Ia menatapku dan berkata, “Bukannya aku tidak mau. Tapi aku mau pulang ke Bogor. Kalau besok saja bagaimana? Kita ketemu disini agak siangan”.

Setelah kurayu-rayu ia tetap tidak mau check in hari ini, dan mengajakku besok. Aku sudah terlanjur “naik”, maka harus kuselesaikan urusan ini sampai tuntas.. Tas.

Akhirnya ia naik bis Patas AC jurusan Kampung Rambutan yang melintas. Aku berpikir cepat, biarlah kuikuti dia sampai ke Bogor. Sementara bis masih berjalan pelan karena kondisi lalu lintas macet. Aku berlari kecil dan melompat ke dalam bis tadi lewat pintu belakang.

Kucari-cari dari belakang dimana wanita tadi duduk. Ternyata ia duduk di deretan bangku kiri dan sebelahnya kosong sehingga aku dapat duduk di sampingnya. Ia kembali terkejut ketika aku meletakkan pantatku di tempat duduk sebelahnya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia